PéGo

"Garis pilihan dengan ingatan liar."

twitter.com/eliink_:

    Kemarin, lalu kemudian esok.

    Kepada siapa, hanya mereka yang (belum tentu bisa mendengarnya).

    Dalam kata semoga, akan kubantai rindu-rindu yang terlalu memainkan perannya. Ini sudah tak asing bagiku, melainkan aku menikmati permainan yang pada akhirnya sulit diterka. Aku tak pernah menjadi bagian mereka yang hanya takut pada rindu saat ketika tak ditangannya.

    Semoga, semoga yang terlalu kuat, terlebih menguatkan. Alasan kenapa aku masih bertahan di garis depan dengan memandang mereka di arah sampingnya.

    Aku tak pernah berfikir bahwa cinta sempurna selalu menguatkan mereka yang mereka-mereka saja merasakan. Ketika aku hanya diam, melebihi apa yang harus aku perbincangkan dengan kesempurnaan. Terlebih dengan tanganmu yang (tak pernah) bisa menemani pandanganku, esok.

    Bahwa hari esok tak menjanjikan apa-apa, Segalanya teraduk di dalamnya, seperti kotak undian. Di sudut ruang, bukan cahaya, keributan angin bersuara diam, demi itu aku masih tetap menyimpan kata “aku (masih) mencintaimu”. Hal yang (tak) terulang membunuhku kembali dengan cerita berbeda.

    Sengaja aku tak menempatkan hari sekarang, yang kemudian lalu terlalu membahagiakan.

    — 11 months ago